Yonex Astrox 55

Yonex Astrox 55 adalah sebuah raket yang menawarkan kemampuan manuver yang cepat di samping melakukan pukulan smash yang kuat dan keras. Pemain yang menggunakan raket Yonex Astrox 55 dapat melakukan transisi dengan mulus antara pukulan keras dan blok atau drive defensif.

Kemampuan manuver raket ini hadir berkat bobot raket yang ringan. Meskipun ringan secara keseluruhan, pemain tidak boleh mengabaikan penguatan pergelangan tangan mereka karena kekakuan raket masih mengharuskan pemain untuk menunjukkan teknik yang tepat dalam mengayunkannya.

Astrox 55 ditujukan bagi pemain intermediate atau menengah hingga mahir dengan keterampilan yang berkembang. Berikut adalah spesifikasi Yonex Astrox 55 beserta teknologi yang menyertainya.

Spesifikasi Yonex Astrox 55

Yonex Astrox 55

  • Level: Intermediate / Menengah
  • Tipe: Offensive (Menyerang)
  • Flex: Medium
  • Frame: HM Graphite / Tungsten
  • Shaft: HM Graphite + Namd
  • Panjang: 665 mm
  • Berat: 5U (sekitar 78 gram)
  • Grip: G5
  • Titik Keseimbangan: 314 mm (Head Heavy)
  • Tarikan: 19 – 24 lbs
  • Warna: Light Silver
  • Dibuat di: Jepang
  • Kisaran Harga: Rp 2.200.000

Teknologi Yonex Astrox 55

Berikut adalah beberapa teknologi yang dibawa oleh raket Yonex Astrox 55.

1. Rotational Generator System

Rotational Generator System memungkinkan transisi tembakan yang lebih mulus dan lebih konsisten dengan menerapkan teori penyeimbang. Berkat teknologinya, bobotnya didistribusikan secara merata ke seluruh ujung bingkai, bagian atas rangka, dan sambungan untuk memastikan peningkatan kontrol besar-besaran.

2. Namd

Penggunaan Namd pada raket Yonex membantu membuat lebih banyak kelenturan dihasilkan dengan snapback yang lebih cepat, sehingga melepaskan daya curam yang luar biasa.

Bahan ini disebutkan tetap fleksibel bahkan dengan peningkatan kecepatan ayunan, menekuk ketika kecepatan ayunan meningkat dan mengembalikan bentuk keras aslinya di ujung ayunan.

Kemampuan untuk menekuk yang lebih jauh dan memukul dengan cepat mampu menghasilkan bidikan yang lebih kuat dan kecepatan smash yang lebih besar.

3. Aero+Box Frame

Teknologi ini digunakan untuk meminimalkan hambatan udara dan menghasilkan ayunan yang lebih cepat. Hasilnya, kecepatan kepala raket dipercepat dan lebih banyak kecepatan serta tenaga ditransfer ke pukulan.

4. Nanomesh Neo

Nanomesh Neo memperkuat bingkai dan menambahkan lebih banyak fleksibilitas. Itu karena material ini adalah perekat yang mengikat serat grafit dengan resin untuk memastikan peningkatan kelenturan poros.

Oleh karena itu material ini membantu menghasilkan lebih banyak peningkatan transfer energi dan secara konsekuen memberikan lebih banyak daya. Selain itu, setelah benturan kok, bingkai kembali ke posisi semula lebih cepat.

5. Isometric

Bentuk frame atau bingkai Isometric berbentuk persegi dirancang untuk menjaga senar vertikal pada panjang yang sama dan membuat senar horizontal menghasilkan ‘sweet spot’ yang diperluas ke segala arah. Sweet spot sendiri merupakan tempat di mana kombinasi faktor menghasilkan respons maksimal untuk jumlah usaha yang diberikan.

Sebagai informasi, Isometric adalah teknologi yang dikembangkan lebih dari 30 tahun yang lalu. Teknologi ini menjadi salah satu ciri khas raket Yonex yang berkualitas tinggi, yang memberikan kontrol yang lebih baik tanpa mengorbankan daya.

Menurut pengujian Yonex, desain Isometric disebutkan mampu meningkatkan sweet spot sebesar 7%. Dibandingkan dengan bingkai bundar konvensional, raket Isometrik yang berbentuk persegi mampu menghasilkan sweet spot yang lebih besar dengan mengoptimalkan persimpangan string utama dan silang.

6. New Grommet Pattern

Yonex Astrox 55 juga memiliki konstruksi lubang grommet single-pass yang menyediakan lebih banyak lubang grommet untuk pola penyenaran yang berkinerja lebih tinggi. Teknologi ini juga telah diaplikasikan ke sejumlah Yonex lainnya.

7. Power Boost Cap

Power Boost Cap menggabungkan bahan keras dan lunak untuk memaksimalkan daya tekuk poros tanpa kehilangan stabilitas.

8. Built-in T-Joint

T-Joint yang ringan meningkatkan stabilitas kok pada senar, memaksimalkan daya dan kontrol.

9. Solid Feel Core

Teknologi Solid Feel Core bawaan pada raket Yonex Astrox 55 mampu mengurangi getaran yang berbahaya pada saat terjadi benturan. Dengan demikian, berkurangnya getaran yang menyusuri poros mampu meningkatkan kenyamanan. Semua raket yang diproduksi di Jepang dibekali dengan Solid Feel Core.

10. Super Slim Shaft

Raket Yonex dengan Super Slim Shaft berarti memiliki poros yang sangat tipis, namun dengan power lebih banyak. Poros seperti ini didesain untuk mengiris udara, menghasilkan tenaga yang cepat.

Disclaimer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Raket Terkait

Menu