Yonex Astrox 22

Yonex Astrox 22 adalah salah satu raket Yonex dengan frame paling ringan. Meskipun ringan, raket ini cukup bisa diandalkan untuk melakukan pukulan-pukulan kuat di kelasnya.

Yonex Astrox 22 disebutkan dapat dengan mudah menghasilkan clear atau lob dari belakang lapangan ke lapangan belakang serta drive ke lapangan belakang. Selain itu, raket ini juga tampil lumayan dalam pertahanan.

Seperti halnya raket ringan, net kill dan net drop dilakukan tanpa kesulitan dengan raket ini. Bagi pemain dengan kemampuan menengah atau intermediate, frame Astrox 22 yang ringan membantu mereka untuk melakukan tembakan yang memanfaatkan pergelangan tangan dengan presisi.

Akan tetapi, tembakan yang lebih teknis ke arah net masih membutuhkan teknik dan pengalaman untuk dieksekusi dengan Astrox 22. Maka dari itu raket ini lebih dikhususkan untuk pemain tingkat lanjut dengan kemampuan yang maju.

Spesifikasi Yonex Astrox 22

Yonex Astrox 22

  • Level: Advance / Mahir / Pro
  • Tipe: Offensive (Menyerang)
  • Flex: Stiff
  • Frame: HM Graphite / Tungsten
  • Shaft: HM Graphite + Nanomesh Neo
  • Panjang: 665 mm
  • Berat: 2F (sekitar 68 gram)
  • Grip: G5, G6
  • Titik Keseimbangan: 324 mm (Head Heavy)
  • Tarikan: 20 – 28 lbs
  • Warna: Matte Black
  • Dibuat di: Taiwan
  • Kisaran Harga: Rp 1.400.000

Teknologi Yonex Astrox 22

Berikut adalah beberapa teknologi yang dibawa oleh raket Yonex Astrox 22.

1. Aero+Box Frame

Teknologi ini digunakan untuk meminimalkan hambatan udara dan menghasilkan ayunan yang lebih cepat. Hasilnya, kecepatan kepala raket dipercepat dan lebih banyak kecepatan serta tenaga ditransfer ke pukulan.

2. Nanomesh Neo

Nanomesh Neo memperkuat bingkai dan menambahkan lebih banyak fleksibilitas. Itu karena material ini adalah perekat yang mengikat serat grafit dengan resin untuk memastikan peningkatan kelenturan poros.

Oleh karena itu material ini membantu menghasilkan lebih banyak peningkatan transfer energi dan secara konsekuen memberikan lebih banyak daya. Selain itu, setelah benturan kok, bingkai kembali ke posisi semula lebih cepat.

3. Isometric

Bentuk frame atau bingkai Isometric berbentuk persegi dirancang untuk menjaga senar vertikal pada panjang yang sama dan membuat senar horizontal menghasilkan ‘sweet spot’ yang diperluas ke segala arah. Sweet spot sendiri merupakan tempat di mana kombinasi faktor menghasilkan respons maksimal untuk jumlah usaha yang diberikan.

Sebagai informasi, Isometric adalah teknologi yang dikembangkan lebih dari 30 tahun yang lalu. Teknologi ini menjadi salah satu ciri khas raket Yonex yang berkualitas tinggi, yang memberikan kontrol yang lebih baik tanpa mengorbankan daya.

Menurut pengujian Yonex, desain Isometric disebutkan mampu meningkatkan sweet spot sebesar 7%. Dibandingkan dengan bingkai bundar konvensional, raket Isometrik yang berbentuk persegi mampu menghasilkan sweet spot yang lebih besar dengan mengoptimalkan persimpangan string utama dan silang.

4. New Grommet Pattern

Yonex Astrox 22 juga memiliki konstruksi lubang grommet single-pass yang menyediakan lebih banyak lubang grommet untuk pola penyenaran yang berkinerja lebih tinggi. Teknologi ini juga telah diaplikasikan ke sejumlah Yonex lainnya.

5. Rotational Generator System

Rotational Generator System memungkinkan transisi tembakan yang lebih mulus dan lebih konsisten dengan menerapkan teori penyeimbang. Berkat teknologinya, bobotnya didistribusikan secara merata ke seluruh ujung bingkai, bagian atas rangka, dan sambungan untuk memastikan peningkatan kontrol besar-besaran.

6. Power Boost Cap

Power Boost Cap menggabungkan bahan keras dan lunak untuk memaksimalkan daya tekuk poros tanpa kehilangan stabilitas.

7. Built-in T-Joint

T-Joint yang ringan meningkatkan stabilitas kok pada senar, memaksimalkan daya dan kontrol.

Disclaimer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Raket Terkait

Menu