10 Raket Badminton untuk Smash Keras Terbaik 2020

Halo sobat bulutangkis, di bawah ini Sportlogi akan memberikan rekomendasi beberapa raket badminton untuk smash keras dari berbagai merk terkenal dunia. Raket-raket yang direkomendasikan hanya untuk pemain menengah ke atas (intermediate or above).

Smash adalah salah satu jenis pukulan dalam olahraga badminton atau bulutangkis. Pukulan ini biasanya dilakukan dari lapangan belakang dengan tujuan untuk menghancurkan pertahanan lawan dan menghasilkan poin.

Pukulan smash tidak hanya tentang power atau tenaga saja. Namun, raket yang digunakan juga harus mampu menunjang hal tersebut. Maka dari itu, beberapa raket badminton dibekali dengan teknologi-teknologi tertentu yang membantu pemain meningkatkan pukulan smash mereka.

Jika kamu berniat membeli raket badminton untuk smash keras, kamu perlu mempertimbangkan beberapa hal, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Kekakuan

Kekakuan raket bulutangkis umumnya berkisar antara sedang hingga tinggi. Hal ini akan mempengaruhi tenaga dan getaran yang dihasilkan pada saat raket kontak dengan kok. Nah, raket badminton dengan kekakuan yang tinggi membantu pemain memukul kok dengan usaha yang lebih ringan, sehingga dapat membuat pukulan smash lebih bertenaga.

  • Titik Berat

Raket bulutangkis juga dapat dibedakan berdasarkan titik beratnya. Ada tiga jenis titik berat raket bulutangkis, yaitu even-balanced  (titik berat raket terletak di tengah raket), head-heavy (titik berat raket condong ke kepala raket), dan head-light (titik berat raket condong ke gagang raket).

Bagi pemain yang ingin memiliki kekuatan smash yang besar, maka sebaiknya memilih raket head-heavy. Hal itu karena jenis raket ini menawarkan momentum yang besar saat mengayunkan raket, sehingga pemain dapat melakukan pukulan smash yang kuat.

Namun, perlu diingat bahwa mengayukan raket head-heavy akan membutuhkan lebih banyak tenaga, sehingga pemain yang tidak terbiasa atau yang memiliki bahu yang kurang kuat bisa cepat lelah ketika memakai raket ini.

  • Tensi atau Tarikan Senar

Setiap raket bulutangkis mendukung tensi atau tarikan senar yang berbeda-beda, namun dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Tenis senar raket bulutangkis umumnya dihitung dalam lbs (rata-rata berkisar antara 20 hingga 30 lbs).

Pemain menengah dapat menggunakan tensi senar 24-26 lbs untuk mendapatkan lebih banyak kekuatan dan tolakan dalam tembakan mereka. Sedangkan pemain tingkat lanjut cenderung menggunakan tensi 26-29 lbs yang memberi mereka tolakan ekstra.

Sementara itu, pemain bulutangkis profesional ada yang menggunakan tensi 30 lbs guna mendapatkan output maksimum untuk drive dan smash mereka. Dengan demikian, kamu dapat menggunakan tenis senar tinggi dari raket yang kamu beli untuk smash yang bertenaga.

Tiga karakteristik di atas penting untuk kamu pertimbangkan ketika mencari raket badminton untuk smash keras. Nah, untuk pilihan raketnya sendiri, beberapa rekomendasi di bawah ini mungkin bisa membantumu menemukan produk yang tepat.

Catatan:

Raket head-heavy mungkin tidak cocok untuk pemain pemula. Yang tidak biasa dengan raket ini dapat mengakibatkan bahu cepat lelah atau bahkan cedera. Harap pilih raket sesuai kemampuan dan kekuatan yang dimiliki.

Daftar ini hanya rekomendasi berdasarkan pratinjau. Kamu dapat bertanya kepada yang lebih ahli perihal raket yang paling cocok kamu gunakan, dalam hal ini khususnya untuk smash.

Beberapa raket statusnya mungkin discontinued (dihentikan), namun kemampuannya masih bagus untuk kebutuhan saat ini (perlu diingat kalau teknologi raket itu cukup kompleks dan perkembangannya tidak secepat teknologi produk elektronik).

1. Yonex Astrox 88 D

Yonex Astrox 88 D

  • Rilis: Maret 2018
  • Flex: Stiff
  • Frame: H.M. Graphite, Nanometric, Tungsten
  • Shaft: H.M. Graphite, Namd
  • Berat / Ukuran Grip: 4U (sekitar 83 gram) G3, G4, G5 | 3U (sekitar 88 gram) G4, G5
  • Anjuran Penyenaran: 4U 20-28 lbs, 3U 21-29 lbs
  • Warna: Ruby Red, Off-White/ Red
  • Dibuat di: Jepang
  • Kisaran Harga: Rp 2,4 juta
  • Level Permainan: Advance, cocok untuk pemain ganda maupun tunggal
  • Pemain Terkenal: Marcus Fernaldi Gideon (aktif), Fajar Alfian (aktif), Keigo Sonoda (aktif), Chris Adcock (aktif), dll
  • Teknologi: Aero-Box Frame, Energy Boost CAP, Isometric, Namd, Nanometric, New Built-in T-Joint, New Grommet Pattern, Rotational Generator System, Solid Feel Core, Super Slim Shaft

Raket ini banyak digunakan oleh pemain belakang ganda putra unggulan dunia, termasuk Marcus dan Fajar dari Indonesia yang keduanya dikenal memiliki pukulan yang kuat. Raket ini tidak hanya dipakai pemain putra saja. Namun sejumlah pemain putri terbaik dunia juga memakainya, salah satunya adalah juara ganda putri All England 2020, Yuki Fukushima.

Yonex Astrox 88 D atau Dominate dirancang secara khusus untuk pemain tingkat lanjut yang menginginkan dominasi di lapangan belakang serta mengharapkan serangan yang lebih berbahaya untuk menghancurkan pertahanan lawan.

Didesain dengan berat yang terkonsentrasi di bagian atas kepala raket, Astrox 88 D membantu menghasilkan angle smash yang powerful dan lebih tajam, sehingga mampu menciptakan serangan yang berbahaya. Dengan beragam teknologi unggulan yang dimilikinya, tak heran jika Yonex Astrox 88 D banyak dipilih oleh pemain-pemain terbaik dunia.

2. Yonex Astrox 100 ZZ

Yonex Astrox 100 ZZ

  • Rilis: 20 Maret 2020
  • Flex: Extra Stiff
  • Frame: HM Graphite + Namd + Tungsten + Black Micro Core + Nanometric
  • Shaft: HM Graphite + Namd
  • Panjang: 10 mm lebih panjang
  • Berat & Ukuran Grip: 3U (sekitar 88 gram) 4・5・6 | 4U (sekitar 83 gram) 5・6
  • Senar: Aerobite Boost (untuk pemain kontrol), BG55 Force (untuk pemain power)
  • Anjuran Penyenaran: 4U 20-28 lbs | 3U 21-29 lbs
  • Warna: Dark Navy
  • Dibuat di: Jepang
  • Kisaran Harga: Rp 2,5 juta

Yonex Astrox 100 ZZ adalah raket flagship Yonex yang dirilis pada akhir kuartal tahun 2020. Tiga pemain papan atas dunia yang menggunakan raket ini adalah Viktor Axelsen (Denmark), Chou Tien Chen (Taiwan), dan Akane Yamaguchi (Jepang). Mereka dikenal sebagai pemain dengan pukulan-pukulan keras.

Yonex Astrox 100 ZZ dikembangkan dengan teknologi-teknologi dalam distribusi berat, poros, bentuk kerangka dan tutup, sehingga memungkinkan akses ke daya yang mengontrol perubahan cepat dalam permainan.

Sistem Generator Rotasi pada Astrox 100 ZZ telah mengalami peningkatan, sehingga menciptakan distribusi berat yang lebih presisi di seluruh ujung pegangan, bingkai atas dan sambungan yang pada akhirnya mampu meningkatkan daya rotasi.

Adanya peningkatan pada sistem tersebut memastikan momentum untuk pukulan berurutan yang lebih cepat. Sementara itu, sinergi yang diciptakan dari Sistem Generator Rotasi dan teknologi Namd yang digunakan di seluruh bingkai dan porosnya memungkinkan serangan yang kuat terus menerus.

3. Li-Ning Aeronaut 9000C

Li-Ning Aeronaut 9000C

  • Rilis: 2019
  • Material: Military Grade Carbon Fiber
  • Berat: W3 85-89 grams
  • Ukuran Grip: S1, Extra Small 3 1/8″/79.4mm
  • Panjang: 675 mm
  • Panjang Grip: 210 mm
  • Titik Keseimbangan: 298 mm
  • Flex: Medium
  • Tarikan: Vertical 26-30 lbs, Horizontal 28-32 lbs
  • Warna: Red, Blue

Apakah kalian mengenal Zheng Si Wei? Nah, pemain yang terkenal dengan smash kerasnya ini menggunakan raket Li-Ning Aeronaut 9000C sebagai senjatanya di lapangan. Jika kamu pernah menonton Si Wei bermain, kamu pasti tahu dengan smash-smash kerasnya yang mematikan. Pemain terkenal lain yang memakai raket ini adalah Yuta Watanabe dari Jepang.

Li-Ning Aeronaut 9000C adalah raket Li-Ning tipe Combat yang memiliki kepala yang lebih berat dan titik keseimbangan yang lebih tinggi. Ini membuatnya cocok untuk pemain yang sangat kuat dan agresif yang mencari kekuatan maksimum.

Raket bulutangkis Aeronaut 9000C dibangun di atas Platform Teknologi Aeronaut yang memiliki saluran aliran udara unik yang terintegrasi ke kepala raket. Ini mengurangi hambatan udara yang membantu menghasilkan kecepatan kok yang lebih cepat. Ini cocok untuk pemain yang mencari kontrol terbaik dengan sedikit atau tanpa usaha dalam kekuatan.

4. Li-Ning 3D Calibar 900C

Raket badminton untuk smash keras

  • Rilis: 2018
  • Material: Military Grade Carbon Fiber
  • Berat: W3 85-89 gram
  • Ukuran Grip: S2, Small 3 1/4″/82,6 mm
  • Panjang: 675 mm
  • Panjang Grip: 200 mm
  • Titik Keseimbangan: 302 mm
  • Flex: Stiff
  • Tarikan: Vertikal 26-30 lbs, Horizontal 28-32 lbs
  • Warna: Grey, Black
  • Kisaran Harga: Rp 3,1 jutaan

Seperti namanya, raket ini dibangun di atas Platform Teknologi Kalibar 3D Li-Ning yang menampilkan desain rangka raket bulutangkis geometris berteknologi tinggi yang sangat mengurangi hambatan udara. Ini menghasilkan kecepatan ayunan yang lebih cepat untuk pukulan yang lebih besar, cocok untuk pemain yang mencari tenaga maksimum.

Salah satu pengguna terkenal raket ini adalah Pusarla V. Shindu dari India yang berhasil menjuarai Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 di Basel, Swiss. Lalu ada Wang Yilu, pemain ganda campuran yang kini menduduki peringkat kedua dunia.

Desain ramping dari raket bulutangkis Li-Ning 3D Calibar 900C dirancang untuk memancarkan tenaga. Sementara itu, rangkanya yang geometris membantu pemain meningkatkan kecepatan mengayun dan mencapai smash yang lebih kuat.

5. Yonex Astrox 99

Yonex Astrox 99

  • Rilis: 1 September 2018
  • Rilis Edisi Lee Chong Wei: 17 Agustus 2019
  • Rilis Desain Terbaru: 15 Mei 2020
  • Flex: Stiff
  • Frame: H.M. Graphite / Namd / Nanometric / Tungsten
  • Shaft: H.M. Graphite / Namd
  • Panjang: 10 mm lebih panjang
  • Berat / Ukuran Grip: 4U (Sekitar 83 gram) G4, 5, 6 dan 3U (Sekitar 88 gram) G3, 4, 5
  • Rekomendasi Senar: BG66UM untuk pemain kontrol, BG66F untuk pemain power
  • Anjuran Penyenaran: 4U 20-28 lbs, 3U 21-29 lbs
  • Level Permainan: Advance
  • Pemain Terkenal: Kento Momota (Jepang)
  • Warna: Sunshine Orange, Green/Purple (LCW), Sapphire Navy (baru), Gold (baru)
  • Dibuat di: Jepang
  • Kisaran Harga: Rp 2,7 Juta

Yonex Astrox 99 adalah raket yang ditujukan bagi pemain tingkat lanjut yang menginginkan pegangan kok atau shuttle hold yang ditingkatkan untuk smash yang menghancurkan dan serangan tanpa henti. Yonex Astrox 99 pernah digunakan oleh legenda bulutangkis Malaysia Lee Chong Wei dan saat ini pemain terkenalnya adalah juara dunia dua kali dari Jepang Kento Momota. Baik Momota maupun Lee Chong Wei, keduanya dikenal memiliki power yang kuat sehingga mampu mengeluarkan pukulan smash yang menghancurkan.

Seperti halnya raket seri Astrox lainnya, Astrox 99 juga dikembangkan untuk memenuhi tuntutan permainan menyerang yang agresif, mengarahkan titik ke lawan dengan serangan curam tanpa henti. Salah satu teknologi yang membuatnya mampu mencapai tujuan tersebut adalah Namd, grafit revolusioner yang menghasilkan snapback yang lebih fleksibel dan lebih cepat untuk menghasilkan tenaga.

Dirilis pada tahun 2018, Yonex Astrox 99 masih menjadi salah satu raket power paling favorit hingga saat ini. Pada tahun 2020, Yonex melakukan kolaborasi dengan Momota untuk menghadirkan opsi warna baru. Dengan panduan preferensi Kento, desainnya menggabungkan navy safir dan emas untuk menciptakan citra yang bermartabat dan berkelas tinggi.

6. Yonex Voltric Z Force 2

Yonex Voltric Z Force 2

  • Rilis: Maret 2014
  • Flex: Extra Stiff
  • Frame: H.M. Graphite, Sound Filter, Nanometric, Tungsten
  • Shaft: H.M. Graphite, EX-HMG, Nanometric
  • Berat / Ukuran Grip: 4U (sekitar 83 gram) G4, G5 | 3U (sekitar 88 gram) G4, G5
  • Anjuran Penyenaran: 4U 20-27 lbs | 3U 20-28 lbs
  • Warna: Black / Black
  • Dibuat di: Jepang
  • Kisaran Harga: Rp 3,4 juta
  • Level Permainan: Advance
  • Pemain terkenal: Marcus Ellis (Inggris), B. Sai Praneeth (India), Lin Dan (eks, pensiun), Lee Chong Wei (eks, pensiun)
  • Teknologi: Aero-Box Frame, Compact Frame, Control Support Cap, Extra Slim Shaft, Isometric, Nanometric, New Built In T-Joint, New Grommet Pattern, Solid Feel Core, Sound Filter, Tri I-Bumper, Tri Voltage System

Yonex Voltric Z Force 2 adalah raket pernah menjadi amunisi dua legenda pemain bulutangkis asal Tiongkok dan Malaysia, yaitu Lin Dan dan Lee Chong Wei.

Raket Yonex seri Voltric merupakan raket yang menggabungkan power yang luar biasa dan handling yang cepat, sehingga menjadi raket yang sempurna untuk pemain yang mencari kinerja ‘all-around’ yang luar biasa.

Raket seri ini dibangun dengan belasan teknologi, termasuk Tri-Voltage System eksklusif Voltric yang mampu menggapai kombinasi dari smash keras dan handling raket yang cepat.

Yonex Voltric Z Force 2 yang menjadi suksesor Yonex Voltric Z adalah salah satu raket unggulan di seri Voltric. Raket berkepala berat ini ditujukan bagi pemain tingkat lanjut yang menginginkan pukulan smash yang solid dan ayunan yang cepat.

7. Mizuno Fortius 10 Power

Raket badminton untuk smash keras

  • Rilis: 2019
  • Flex: Stiff
  • Material: High elasticity graphite + graphite, Mfusion
  • Berat / Ukuran Grip: 4U5 (sekitar 83 gram)
  • Anjuran Penyenaran: 23-27 lbs
  • Warna: Black/Orange
  • Dibuat di: Jepang
  • Kisaran Harga: Rp 3,5 juta
  • Level Permainan: Advance, cocok untuk ganda dan ideal untuk pemain tunggal yang menyukai kecepatan dan permainan cepat
  • Pemain Terkenal: Mohammad Ahsan (aktif)
  • Teknologi: MFusion, Aerogroove, Beyond Force System, Torque Technology T5

Bukan tanpa alasan memasukkan Mizuno Fortius 10 Power ke dalam daftar ini. Pasalnya brand ambassador-nya saat ini, Mohammad Ahsan, berhasil meraih berbagai titel bergengsi berupa medali emas Kejuaran Bulutangkis Dunia BWF 2019 di kota Basel, Swiss.

Ahsan juga berhasil menjuarai turnamen elit akhir musim bernama BWF World Tour Final di tahun yang sama. Maka dari itu, sebagai tipe pemain dengan smash yang powerful, Mizuno Fortius 10 Power bisa menjadi pilihan bagi yang menginginkan raket badminton untuk smash keras.

Segera setelah Ahsan dan Hendra kembali sukses setelah lama berpisah, banyak fans mereka yang menggunakan raket Mizuno. Dan karena ganda putra adalah nomor unggulan bagi Indonesia, maka brand awareness Mizuno juga meningkat di kalangan pecinta bulutangkis Tanah Air.

Salah satu fitur unik yang dimiliki oleh Mizuno Fortius 10 Power adalah Beyond Force System (BFS) yang memiliki kemampuan mentransmisikan kecepatan ayunan maksimal. Dengan aero groove system, hambatan udara dikurangi dan memberikan kemampuan manuver yang lebih besar.

Mizuno juga melengkapinya dengan Torque Technology T5 yang dikembangkan sendiri, sehingga raket head-heavy dan poros kaku ini dapat membantu pemain menghasilkan tenaga maksimum. Secara keseluruhan, Mizuno Fortius 10 Power direkomendasikan untuk pemain tipe penyerang yang suka menghancurkan dan memenangkan poin dalam situasi apapun.

8. Victor Thruster K 9000

Victor Thruster K 9000

  • Rilis: 2014 (spesifikasi ini untuk model baru 2018)
  • Flex: Stiff
  • Frame: High Resilient Modulus Graphite + Hard Cored Technology
  • Shaft: High Resilient Modulus Graphite + Nano Fortify + 6.8 Shaft
  • Berat / Ukuran grip: 4U / G5 | 5U / G5, G6
  • Anjuran penyenaran: ≦31 lbs | ≦ 30 lbs
  • Kisaran harga: Rp 2,9 juta (cek penawaran terbaik di Shopee)
  • Level permainan: Intermediate ke atas, cocok untuk pemain tunggal dan ideal untuk pemain ganda spesialis belakang
  • Teknologi: Power Box, Seven Six 76, Catapult Structure, Nano Fortify, Hard Core Technology

Victor Thruster K 9000 juga merupakan raket badminton untuk smash keras yang direkomendasikan. Raket ini sendiri menjadi salah satu raket dengan performa paling tinggi di keluarga raket head-heavy Victor.

Raket seri Thruster K ini dibuat dengan mengombinasikan struktur frame raket yang melepaskan kekuatan smash dan teknologi graphene pada bagian frame, sehingga memberikan rasa yang solid dan kekuatan yang menghancurkan, sehingga membuat pukulan smash jadi lebih kuat.

Salah satu teknologi yang dibawa oleh Victor Thruster K 9000 adalah Catapult Structure yang bekerja layaknya ketapel. Teknologi ini membantu pemain menyimpan tenaga dan melepaskannya pada saat smash untuk efek maksimal. Sementara itu, teknologi Nano Fortify-nya membantu meningkatkan kekuatan menyerang pada setiap pukulan.

9. Li-Ning Turbo Charging 75C

Li-Ning Turbo Charging 75C

  • Material: Military Grade Carbon Fiber
  • Berat: W3 85-89 grams
  • Ukuran Grip: S2, Small 3 1/4″/82,6 mm
  • Panjang: 675 mm
  • Panjang Grip: 200 mm
  • Titik Keseimbangan: 306 mm
  • Flex: Medium Stiff
  • Tarikan: Vertikal 26-30 lbs, Horizontal 28-32 lbs
  • Warna: Black, Red

Pernah lihat Praveen Jordan main? Jika ya, kamu pasti mengenal pukulan smashnya yang sangat kuat. Bahkan pemain ganda campuran yang berpartner dengan Melati Daeva ini disebut-sebut sebagai salah satu pemain bulutangkis dengan pukulan paling keras.

Nah, menurut informasi yang kami dapatkan, Jordan menggunakan raket Li-Ning Turbo Charging 75C. Raket ini dibangun di atas Platform Teknologi Turbo Charging Li-Ning yang dirancang untuk efisiensi aerodinamis. Sedangkan seri C atau Combat berarti raket memiliki kepala yang lebih berat dan titik keseimbangan yang lebih tinggi, cocok untuk pemain yang sangat kuat dan agresif yang mencari kekuatan maksimum.

Karena desainnya, pemain mendapatkan keuntungan dari kecepatan ayunan yang ekstra kuat dan waktu reaksi yang cepat, memberikan mereka energi saat di lapangan. Raket dengan teknologi Turbo Charging sangat cocok untuk pemain cepat yang menerapkan serangan cepat sambil memainkan pertahanan yang kuat.

10. Victor Thruster K 9900

  • Rilis: 2017 (terbaru)
  • Flex: Stiff
  • Frame: Ultra High Modulus Graphite M30J + ZXION + Hard Core Technology
  • Shaft: Ultra High Modulus Graphite M46J + M30J + 6.4 Shaft
  • Berat / Ukuran Grip: 3U / G5, G4 | 4U / G5 | 5U / G5, G6
  • Anjuran Penyenaran: ≦35 lbs | ≦33 lbs | ≦31 lbs
  • Level permainan: Intermediate
  • Warna: Hitam / Oranye
  • Kisaran Harga: Rp 3,5 juta
  • Teknologi: Energy Bow, Power Box, Seven Six 76, Hard Core Technology

Rekomendasi raket badminton untuk smash keras lainnya adalah Victor Thruster K 9900 yang masih satu keluarga dengan Victor Thruster K 9000. Raket ini direkayasa dengan teknik Energy Bow untuk memperkuat elastisitas dan kecepatan rebound, menciptakan tolakan luar biasa setelah setiap tembakan.

Desain strip grommet di bagian kepala menaikkan downforce dan meningkatkan perlindungan senar. Victor Thruster K 9900 adalah raket yang ideal untuk pemain agresif. Salah satu pemain terkenal yang menggunakan raket ini adalah Lee Zii Jia dari Malaysia.

Tags:

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Sedang Trending
Menu