Lempar Cakram – Sejarah dan Bagaimana Aturan Mainnya

Lempar cakram (discus throw dalam bahasa Inggris) adalah salah satu cabang olahraga atletik lintasan dan lapangan, di mana seorang atlet melempar cakram  sebagai upaya untuk menandai jarak yang lebih jauh dari para pesaingnya.

Lempar cakram disebutkan telah ada sejak zaman Yunani Kuno. Di zaman modern, olahraga ini telah dimainkan di Olimpiade Musim Panas sejak tahun 1896 untuk event putra, dan sejak tahun 1928 untuk event putri.

Dalam kompetisi olahraga profesional, lempar cakram didominasi oleh atlet Amerika Serikat yang meraih total 35 medali Olimpiade. Tidak ada negara lain yang berhasil mendapatkan dua digit medali selain Amerika Serikat.

Sejarah Lempar Cakram

Lempar Cakram
Cakram dari 500 tahun SM (kiri) dan cakram modern (kanan).
Sumber: Wikimedia Commons (Lisensi Creative Commons)

Sejarah lempar cakram dapat ditelusuri hingga abad ke-8 Sebelum Masehi. Penyair Yunani yang bernama Homer disebutkan merujuk event olahraga ini dalam deskripsi The Iliad tentang permainan pemakaman Patroclus sekitar 800 Sebelum Masehi (SM).

Olahraga lempar cakram diperkenalkan sebagai bagian dari pentathlon di Olimpiade Kuno 708 SM (Olimpiade pertama diadakan tahun 776 SM). Gambar abadi pelempar cakram Yunani berasal dari patung ikonik abad ke-5 SM oleh pematung hebat Myron.

Dalam sejarah modern, lempar cakram putra telah menjadi bagian dari setiap Olimpiade modern. Sementara itu, lempar cakram putri baru melakukan debutnya di Olimpiade 1928 di Amsterdam, menjadi salah satu dari lima cabang olahraga atletik dalam program perdana Olimpiade putri.

James Duncan (Amerika Serikat) menjadi pelempar cakram yang berhasil mencetak rekor dunia pertama yang diakui oleh Asosiasi Federasi Atletik Internasional (IAAF). Itu terjadi pada Olimpiade Musim Panas 1912 dengan raihan 47,58 m.

Hingga saat ini, rekor lempar cakram terjauh masih dipegang oleh Jürgen Schult (Jerman Timur, sekarang Jerman) dengan raihan 74,08 m. Ia memegang rekor ini sejak 6 Juni 1986.

Pada tanggal 7 Juli 1981, Ben Plucknett dari Amerika Serikat berhasil melempar cakram sejauh 72,34 m. Akan tetapi,  IAAF membatalkan rekor tersebut satu minggu kemudian ketika mereka mengumumkan bahwa Plucknett telah dites positif menggunakan anabolic steroid nortestosterone yang dilarang.

Jika dites negatif, Ben Plucknett seharusnya menjadi pemegang rekor dunia selama kurang lebih 5 tahun sebelum dipecahkan oleh Jürgen Schult.

Aturan Main Lempar Cakram

Lempar Cakram
Sumber: Pixabay (Lisensi Creative Commons)

Atlet melempar cakram logam seberat 2 kg untuk putra, 1 kg untuk putri, dengan diameter 22 cm untuk putra, dan 18 cm untuk putri, sejauh mungkin dengan tetap berada di dalam lingkaran berdiameter 2,5 meter.

Untuk mengukur lemparan, cakram harus mendarat di dalam sektor yang ditandai. Atlet tidak diperkenankan untuk meninggalkan lingkaran sebelum cakram mendarat.

Pelempar biasanya melakukan putaran satu setengah kali sebelum melepaskan cakram. Atlet biasanya akan melempar empat atau enam kali per kompetisi. Jika terjadi seri, pemenangnya adalah atlet dengan upaya terbaik berikutnya.

Teknik melempar cakram sambil memutar seluruh tubuh dilakukan pertama kali oleh atlet Ceko bernama Frantisek Janda-Suk. Ia menemukan teknik tersebut saat mempelajari posisi patung Discobolus yang terkenal. Setelah hanya satu tahun mengembangkan teknik tersebut, ia memperoleh medali perak di Olimpiade tahun 1900.

Referensi

  1. Discus Throw (dalam bahasa Inggris).” Definitions.net. Diakses 22 April 2021.
  2. Discus Throw (dalam bahasa Inggris).” World Athletics. Diakses 21 April 2021.
  3. Discus throw at the Olympics (dalam bahasa Inggris.)” Wikipedia. Diakses 21 April 2021.
  4. Men’s discus throw world record progression (dalam bahasa Inggris).” Wikipedia. Diakses 21 April 2021.
Tags:

Postingan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed